Langsung ke konten utama

Postingan

Hari #5

Beberapa kali terbentur untuk mendefenisikan yang seharusnya menjadi milik pribadi, kini telah terlanjur sudah menjadi terpendar ke setiap arah.  Mengembalikan yang dulu itu gimana ? Di mulai dari A berpindah ke B sampai akhirnnya berujung di Z, Namun, tetap tidak sama.  Lamat sekali menerka, jalannya pun gontai. Mulai lagi mengulang memori di suatu malam yang dingin, namun tak hening tapi agaknya itu malam yang dirindu.  Tarikan nafas semakin berat, hembusanya terasa sekali bertekanan. Perlahan-lahan saja, seru serdip suara yang terdengar ditelinga. Rasanya se-menyenang-kan itu, lambat namun pasti ku temukan juga. Ku genggam, jua.  Bintang - bintang yang bersinar, telah memilih langit teduh, Berkelakar lagi rindu, Jumawa kembali rindu, Telah di puncak kini rindu.  Terima kasih, ternyata sudah mengisi ruang sempit, Terima kasih, ternyata sudah menyiapkan ruang pula, Terima kasih untuk semua yang telah diberi, dan akhirnya menjadi milik ku.   

Hari #4

 Jumuah barokah, semoga keberkahanya memberi ketenangan dan kedamaian. Aamiin.  === Kemarin malam, pulang ngajar sambil dikendaraan memikir ulang pembahasan yang di ulas. Sambil mikir dan ngulang-ngulang ada bagian yang kurang pas atau gimana. Hal ini sering sekali terjadi , karena bukan merasa sok paling benar, berbagi ilmu itu besar sekali ganjaranya. Ingat kan, ada 3 amal yang tak putus saat seorang manusia meninggal, salah satunya adalah ilmu yang bermaanfaat. Nah, kalau ternyata ilmu yang dibagi adalah ilmu yang salah, gimana coba ? haha.  Berbagi ilmu a.k.a mengajar adalah hal yang saya lakukan dari masih duduk dibangku sekolah. Waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, acap kali ditunjuk untuk membantu teman yang sulit memahami pelajaran dengan cepat. Pemikiran kala itu adalah Aku hebat wkkw. Sekarang-sekarang, mengajar itu bagian dari mengisi waktu luang, mengisi pundi amal buat bekal nanti dan yang  tidak bisa dielakkan adalah cara untuk mengisi dompet, pas...

Hari #3

Memulai menimbang dan mempertimbangkan apa yang perlu ditimbang-timbang supaya tidak ada salah penafsiran dalam setiap kejadian. Nah, ini cerita dari pengalaman yang sangat sering terjadi dalam kehidupan harian kita hahaha Nah misalnya kan, saya sudah mutuskan untuk membeli barang warna merah. Itu terjadi karena telah melalui semua pertimbangan yang luar biasa. Eh, dengan mudahnya orang di sekitar kita mengutuk pilihan atau sekedar menyebutkan karena mungkin dia tidak suka dengan warna pilihan. Hei, sodara !!!!!! Kalau kalian tau bagaimana pergolakan yang terjadi di dalam kepalanya sebelum memutuskan hal tersebut, kalau saja itu tampak terlihat secara kasat mata orang sekitar, kata-kata yang tidak enak didengar ini pun tak akan keluar. Ya kali semua parameter harus dijelaskan se-detail mungkin, supaya orang-orang disekitar memahami tanpa harus men-jabiri. kwkwkw. Ini kenapa terlalu malas mendekati orang-orang yang terlalu ringan mulutnya untuk memantulkan gelombang bunyi di udara. ...

Hari #2

Resolusi  2024? Ih waw haha Kalau di googling arti resolusi itu "Suatu janji pencapaian". Ih waw sekali sally, semakin berat bahasannya. wkwk Alhamdulillah, otak di hari pertama bekerja sudah dipakai. Seminimal buat cari pengertian "RESOLUSI" haha = = = Sebelum berganti tahun 2024, ada ketemuan makan bakso dengan teman se-pe-lan-ta-ran yang ketika kumpul ada yang memberikan pernyataan entah pertanyaan :p, begini bunyinya " apa resolusi tahun 2024?"  dengan ringan dan yakin "GANTI HELM !". Setelah sampai di rumah, langsung mikir kenapa seringan dan senyaman itu mengucap resolusi untuk tahun mendatang. haha Setelah dirunut, ini masih mungkin loh ya, akhir tahun 2023 di tutup dengan indah karena semua berkas akhir tahun selesai sebelum masa tenggat berakhir [ Tumben 1 ] haha, terus akhir tahun ini sudah tidak lagi menjadi peserta ujian akhir semester [A lhamdulillah 1 ]. Rasa-rasanya manis campur asam, walau tetap ada moment roller coasternya, tap...

Hari #1

Saya kira, menikmati makanan enak itu adalah hak bagi segenap manusia yang ada di muka bumi. Jangan takut kalau mau makan, jangan sok kayak model papan atas yang mewajibkan punya ukuran badan yang minimalis supaya indah di pandang. Tapi kan gak semua manusia punya tuntutan yang seperti demikian, contohnya saya ! kwkwkw  Bisa makan dengan nikmat, selain butuh uang untuk menyediakan hal tersebut kita juga butuh dana untuk merawat tubuh supaya tidak sakit. Coba bayangkan, andai tersedia jejeran makanan yang lezat nan nikmat kalau kita sendiri tidak dalam keadaan baik misal demam, meriang, menggigil bisa di pastikan makanan nikmat tersebut tiada artinya.  Nah, sekarang coba lagi diperhatikan setelah uang dan kesehatan, saat menikmati juga butuh teman biar bumbu di makanan yang tadinya kurang garam sedikit, atau kurang micin sedikit jadi makanan sempurna yang ketika di telan. Bak katanya, teman yang mendampingi itu seperti micin alami ciye ciye ciye  1. Uang  2. Kesehatan...

Berbahagia~lah [Repost]

 Belakangan lagi suka sekali melihat couple yang baru halal. Padahal tuh kan pasangan ini cukup anyar dikancah sosial media tapi kemarin-kemarin tu seperti tidak ada daya tariknya, hahaha Beberapa hari yang lalu, lihat snapgram adek teman ku dengan caption "Dipertsatukan kembali dengan kondisi yang sama-sama sudah lebih baik" Nah, kan kita kepolah. Sebut saja pasangan ini "Hanggini-Luthfi". Baru aja kemarin di Netflix nonton si Hanggini dengan kisah cintanya sama duda anak 1 haha. Terus kemarin memutuskan untuk follow hanggini haha.  Why sel ? why ? Bisa-bisanya haha. Menurut hamba yang matanya mengecil saat tertawa dan senyum :P, HANGGINI ini cantiknya wanita Indonesia gak sih ? Ngelihat dia makan malam setelah nikah dengan suaminya, cantik kan ya ? Apasih sel ? apasih ? Terus suaminya gimana ? keknya aku biasa aja deh haha. Ngikuti cerita dari awal ? atau mulai mencoba ngulik cerita mereka ? TENTU TIDAK. haha. Postingan ini tu, untuk membuktikan bahwa sesama wanit...

Lucu Sekali Memang !

 Tuh kan, diam aja juga ada yang suka pengen tau. haha Lucu sekali-lucu sekali-lucu sekali. Kenapa akhirnya jadi lebih senang private, bahkan yang udah benar-benar private pun jadi tempat paling tidak private. haha Lucu sekali memang, ingin tertawa namun jadi lebih ingin diam saja, iya diam saja! haha. Karena ternyata diluar lebih berisik. Kadang bagi kita penulis anyar, ceile, gaya ! Suka sekali menulis tebak-tebak an, yoklah jadi lebih suka nulis yang penuh teka-teki. Lucu sekali, jadi jauh lebih terhibur daripada suara bingar diluar ! Lucu sekali memang !!

DIAM AJA

 Aku seperti berbicara sendiri, ramai sekali isi kepala ini. Tapi mengapa sepi saat ramai. Otak seperti enggan untuk berpikir, sukar sekali berfungsi dikhalayak ramai, sukar sekali! Mulut ini pun lebih senang menutup dari pada bergerak sehingga tidak dapat mengeluarkan suara yang menggema di udara.  Salam takjim untuk hati yang terus bersinggungan pada hal yang tidak disukai. Gemar sekali sesak, tanpa punya penangkal yang kuat. JADI SERING RUNTUH! Coba banyakin kalimat penangkal, berulang kali di ulang tapi kayaknya sarangnya deh yang perlu diperbaiki.  Belakangan jadi lebih senang keluar, lebih senang jalan-jalan karena ternyata di sini itu memang gak enak. Gak enak aja, gak enak kali pun. Mau bilang, yoklah pergi aja. Cari jalan keluar yang baik, supaya setelah keluar gak jauh lebih buruk lagi. Gak jadi lebih sakit lagi, gak jadi lebih terjun lagi.  Coba lagi, coba lagi, coba lagi. Eh nyatanya, jadi jauh lebih terbuka hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan. Yokla...

Mencari Pembelaan Bertajuk Klarifikasi :p

 Alhamdulillah, satu persatu ikatan yang suka buat sesak perlahan putus :)wkwk Terus bagaimana dengan kualitas kehidupan mu, sal ? Semakin naik kelas atau plat datar atau bahkan terjun bebas ke jurang ? Astagfirullah, Semoga bisa semakin baik. Aamiin  Bercerita dengan kualtias hidup, pasti setiap orang punya standar yang berbeda. Jadi menurut awak yang baru tamat kuliah [lagi] tapi belum di wisuda wkwkw, kualitas hidup yang baik adalah: menjadi lebih baik, lebih teratur, lebih berada pada jalan yang lurus dan benar karena sebenarnya itu semua akan berpengaruh pada ketenangan hati :) Sok gaya kali memang ya kan :p. Iya, kalau hati tenang, semua pasti senang. Ketemu orang bisa senyum ramah, makan enak, tidur enak dan gak mood-ian . Ternyata setelah dipikir-pikir, dirunut-runut, dilurus-luruskan, ada yang salah pada diri ini wkwkw Jadi singkat cerita, setelah dalam hitungan 2 sampai 4 bulan kehidupan ini penuh huru hara. Malam jadi siang, siang tidak jadi malam :( Semua dipaksak...

Du du du

Rasanya, Baru saja, memulai cerita yang panjang tiada ujungnya. Sepertinya, ujungnya akan jauh dari harapan, jauh dari bayangan akan berakhir bahagia. Bahagia ? Bukankah itu permintaan biasa dari manusia yang hina. Rasanya, baru saja berpikir untuk mengakhiri semua. Bukanya menjadi tempat untuk pulang, malah menjadi api yang menyebabkan semakin marak panasnya.  Pertama kali mendengarnya, bahkan sampai detik ini masih sama. Masih sama, sakitnya. Bukan, sakitnya bukan karena orang lain, tapi karena diri sendiri. Baru saja membaca, kalimat "how selfies i am '? Hope, not too late.Kalimat yang cukup menyayat. Baru saja melihat postingan bahwa ada seseorang yang menyakiti dirinya sendiri, hanya karena berkilah tidak ingin dianggap lemah. Dan bukan baru saja, pemikiran hanya berputar ke itu-itu saja.  Pertanyaan demi pertanyaan hadir, memenuhi pikiran. Terlampau banyak hal-hal yang akhirnya, membuat pikiran buruk itu marasuk. Buruk ? iya, memang buruk.  Pas, dipikir-pikir. Ah ti...

Renungan Tepat pukul 12

Aku pikir sedang berjalan, padahal selama ini sudah berlari kencang sekali.  Setelah dirunut kembali, iya benar sudah kencang sekali kuda telah dipacu. Mulai dari pesutan lembut hingga keras sekali sampai meninggalkan luka bekas yang sulit di hilangkan.  Tapi, mengapa sering kali rasa yang timbul seolah tidak pernah berlaku keras. Mengapa ? Apakah fokus ku hanya pada hasil ? Padahal telah banyak perjalanan ini dilakukan. Apakah rasa syukur perlahan tergerus akan kerasnya hati ini ? Padahal begitu banyak hasil yang ternikmati telah digelontorkan.  Malah terkadang, banyak mndapat celetukan "Gilak ya, mantap betul sal", Atau "Mantap kali sal" atau "Ciye Sally" dan banyak lagi. Bukan kah harusnya itu sudah cukup ? cukup membuat bahagia ? Apalagi coba ? Apa karena bukan yang diharapkan ? atau kadang setan suka bisik ' ini baru remah-remah yang kau harapkan '. Bukankah, sebegitu seringnya, membaca tersirat ataupun tersurat apa yang diharapkan pasti memb...

Selalu ada 'Oleh-oleh'

 Dulu kali, baru-baru tamat S-1 secara tiba-tiba pernah "RUNGSING" haha. Bisa-bisanya datang kerumah ini orang. padahal kalau dipikir-pikir  rumahnya itu jauh nya bukan main. Dan nekatnya. rumahnya belum pernah di datangi. Iya, belum pernah :p. Emang sok nya bukan main ya kan ? haha Namanya, Fitri. Perempuan asal rantau prapat yang aku kenal saat sama-sama mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Fitri bukan teman curhat, dia juga bukan teman yang dipilih untuk jalan sekedar ke mall wkwkw tapi fitri teman satu genk densus 88 haha. Fitri anak pertama dari 3 bersaudara dimana 2 saudara lainnya adalah laki-laki. Kalau ditanya kenapa fitri bukan teman curhat ? Karena kalau kita curhat, ngeluh dan lain sebagainya, sudah dipastikan ayat-ayat alquran akan terdengar lembut ditelinga namun menyayat dihati, wkwkw. Jadi, bisa paham kan alasanya, kenapa fitri juga bukan orang yang dipilih buat nongkrong kwkwk.  Namun, entah mengapa nama fitri yang waktu itu dipilih dari sekian banyak o...

Huru-Hara Hari Pertama :(

 Yang namanya 'Pertama' pasti penuh drama wkwkw Setelah, 1 tahun full kuliah diadakan secara online. Akhirnya pertemuan tatap muka pertama secara sah dilaksanakan di semester 3. Senang ? Tentu TIDAK wkwkwkw.  Eits, pada bingung mungkin :p. Ya, karena 'Si Sally pergi Sekolah [lagi]' gak banyak yang tau wkwk. Mungkin hanya orang terdekat, atau teman-teman seruangan atau sekerjaan kali yang tau. Sebagai penganut 'sat-set, sat-set' pergi kuliah [lagi] adalah satu ide fantastis yang pernah tercetus diantara rutinitas rebahan, kerjaan yang mewajibkan kehadiran senin sampai juma'at dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, belum lagi kerjaan unfaedah nongkrong sana-sini mencari hidden place dikota yang mungkin masuk katagori metropolitan :p eh sama satu lagi rutinitas pulang kampung diakhir pekan wkwkw. Kalau ditanya apa alasannya ? MBOH . Yang sudah kenal lama dan dekat pasti tau , niat untuk melanjutkan sekolah sudah terkubur lama setelah 'peristiwa besar' mengh...

Not me but once in a while its doesn't matter

Ntah mengapa, pikiran ini mengajak ku untuk membuka-buka tulisan lampau. Ntah pikiran ini, atau suasana yang membawa kesana. Ku seperti tak mampu mengendalikan diri ku sendiri, rasanya berjalan di atas rasa yang berkelit. Pikir ku, begini rasanya. Berkeliat kesana kemari namun sendiri. Ku buka halaman demi halaman di sosial media,  Ku mulai lagi cerita dengan nama-nama lama yang telah tersimpan dimemori kepala,  Ku mulai melanjutkan pekerjaan yang telah lama menjadi beban,  Tetap saja, ujung perjalanan beragam ini mengarah kesana. Ya, kesana lagi.  Baby, you dont know what it's like ? To love somebody - Bee gees  Wanita mana yang sanggup hidup sendiri di dunia ini ?  - Andy Rianto  Kan, itu bukan diri mu.  Mengunggah rasa yang terlalu berlebihan, dimana saja. Ya, bukan dirimu yang mudah menjadi konsumsi masal. Bukan itu bukan,  Tapi juga tidak diharamkan, iya tidak diharamkan :)

Numpang Post

Numpang post reader :)))

Mood Swing - sya la la

Rasa semudah itu berubah, padahal lagi berbunga seketika berubah begitu saja. Setelah itu hampa tanpa rasa. Bisa gitu ? bisa lah :) Apalagi yang menjadi kebiasaannya itu, senang nambahi bumbu. Maksudnya, biasanya dalam keadaan yang lagi sedih-sedihnya senang dengerin lagu yang mellow, yang nambahi suasana jd makin paraw wkwkw. Syahdu aja gitu kalau bumbu yang ditambah selaras dengan yang dirasa. Sepertinya, hati jauh lebih tenang dan lebih puas kalau mengikuti rasa yang sedang berkembang biak. Padahal secara ilmu psikologi anyar itu, rasa yang seperti itu harus dikelola bukan dikembangbiakan. wkwk Namun satu tips yang selalu diterapkan adalah : Jangan memberi ruang kosong pada otak. Maksudnya teruslah untuk berpikir a.k.a bekerja. Satu tips yang manjur bin dahsyat. Enggak mungkin bakalah gagal. haha. Makanya kadang selalu berharap kalau lagi sedih dan hampa pas dihari kerja. Kan kalau di tempat kerja, iya kali, mengembangbiakkan rasa gundah gulana. Palingan tu, cuma jadi gak ramah dan ...

Ke-Marok :p

Entah setan apa yang akhirnya merasuki, serius ini bahkan tidak pernah menjadi list cara menjemput kebagian di dunia wkwk. Emang setelah ngatain orang-orang pada akhirnya suka kena batu sendiri. Cuma mau bilang jangan suka ngatain, takut ketularan malah lebih seringnya jauh lebih parah kwkw E Entah kenapa yang satu ini buat senyum-senyum sendiri waktu mau tidur, buat senyum-senyum sendiri juga di pagi hari, padahal cuma dari parkiran kendaraan ke gedung kerja yang jaraknya gak jauh, kan aneh kan ya ? Kayaknya dipikirin cuma itu-itu aja wkwk.  Dan Entah, mengapa pula ini dituangkandalam bentuk tulisan, yang gak jelas. Cuma mau bilang, oh begini toh rasanya wkwk :p Dan entah kali keberapa , kata "entah" tertera di tulisan ini :p Semoga,, "entah" ini tidak memberi dampak buruk bagi penulis dan pembacanya, :p Sally - UPT LPT USU

Penghujung Tahun 2020

Setelah beberapa waktu yang panjang menghilang, kini nyawa untuk menulis hadir kembali :) Assalamualaikum, Reader :* - - - Hari-hari di tahun 2020 cukup lama sekali berjalan, entah karena diisi dengan hal-hal yang positif atau entah karena menjalankannya sendiri wkwkw. Alhamdulillah, nikmat iman dan nikmat sehat masih tercurah melimpah ruah didiri ini. Bercerita tentang 2020, banyak hal yang terjadi sesuai dengan doa-doa panjang yang selama ini terhatur. Mulai memiliki profesi baru yang menjamin dan mengakibatkan kembali menetap di kota yang tetap menjadi doa untuk tinggal menetap.  Sepanjang perjalanan 2020, otak ku cukup banyak menyimpan memori baru yang sampai sekarang masih tersimpan rapi dan runut sesuai dengan alur cerita. Banyak hal baru yang hinggap entah itu sekejap atau bahkan lama bertahan. Tidak ! Tenang saja, aku takkan bercerita tentang pandemi hebat ditahun ini :p. Banyak hal yang tak terduga terjadi dan anehnya cukup menyita pikiran dan menguras tenaga. Manusia teta...

Ber--Diam Atau Ke-sibuk-An ?

      Semenjak menjadi warga tetap negara bagian sibuk saya benar-benar menjadi wanita ke-sibuk-an :(. Sulit sekali membagi waktu antara istirahat dan menjalankan tugas negara tersebut. Apakah ini salah satu tanda menjadi "busy woman" [Kembali] ? *Tarik dasi. :p     Pro - Kontra terhadap seorang wanita yang bekerja di luar rumah sudah lama kita dengar. Terkadang saya sendiri yang menjadi wanita bingung kenapa malah yang sering memberikan komentar-komentar mintak ditombak itu datangnya dari wanita pula. Anehnya lagi perdebatan ini terjadi terkadang bukan karena benar-benar dari hati nurani mereka sendiri melainkan datang dari kecemburuan sosial yang sebenarnya mereka pula ingin seperti itu. - - -       This is my true story, entah itu dari pengalaman kawan-kawan dekat atau langsung melihat orang-orang disekitar atau bahkan pengalaman dari diri sendiri dapat ku simpulkan sebenarnya semua wanita itu memilih untuk TET...

Coming Back

Blog lawas yang semakin usang, sudah banyak penampakan makhluk kasat mata yang bergelantungan :p . Setelah vakum cukup lama, semoga semakin semangat nulis, semakin rajin nulis, semakin aktif menulis :)) Officiallly, sally kembali lagi :p