Langsung ke konten utama

Hari #4

 Jumuah barokah, semoga keberkahanya memberi ketenangan dan kedamaian. Aamiin. 

===

Kemarin malam, pulang ngajar sambil dikendaraan memikir ulang pembahasan yang di ulas. Sambil mikir dan ngulang-ngulang ada bagian yang kurang pas atau gimana. Hal ini sering sekali terjadi, karena bukan merasa sok paling benar, berbagi ilmu itu besar sekali ganjaranya. Ingat kan, ada 3 amal yang tak putus saat seorang manusia meninggal, salah satunya adalah ilmu yang bermaanfaat. Nah, kalau ternyata ilmu yang dibagi adalah ilmu yang salah, gimana coba ? haha. 

Berbagi ilmu a.k.a mengajar adalah hal yang saya lakukan dari masih duduk dibangku sekolah. Waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, acap kali ditunjuk untuk membantu teman yang sulit memahami pelajaran dengan cepat. Pemikiran kala itu adalah Aku hebat wkkw. Sekarang-sekarang, mengajar itu bagian dari mengisi waktu luang, mengisi pundi amal buat bekal nanti dan yang  tidak bisa dielakkan adalah cara untuk mengisi dompet, pastiya ! haha. 

Maka dari itu, sampai sekarang masih belum menjumpai makna di balik kalimat "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa". Mohon maaf, awak tidak menggulir wacana cerita ini ke hal yang menyudutkan satu hal dengan yang lain. :D. 

===

Sambil mengulang yang di ulas,  materi yang kita bahas kemarin malam adalah tentang sifat-garis : 

  1. Sejajar 
  2. Berpotongan 
  3. berhimpit 
  4. Bersilangan 
Nah, no 1-3 itu cukup mudah untuk dipahami. Namun no 4 ini, pusingnya bukan main ketika menjelaskan. Sampai akhirnya menemukan formula. Saling bersilang itu tetap pada satu ruang tapi berbeda bangun. Misalnya di dalam balok itu terdiri dari persegi panjang. Fokus pada persegi panjang yang terdiri dari 2 bangun. Nah, ambil satu diagonal yang berbeda pada setiap persegi panjang tersebut. Selajutnya, tiap diagonal tersebut yang menjadi "Garis bersilangan". Setelah mengeluarkan rumus pamungkas ini, aman tentram damai, semua kelar di waktu yang tepat. Alhamdulillah. 

===
Kemarin malam, dijalan pulang terbesit satu kalimat "Aku sama kamu seperti garis yang saling bersilangan, tidak berpotongan padahal pada satu ruang yang sama, indah bukan ya ?" wkwkw. Agaknya kata ini cukup mewakili hati yang ingin hidup aman dan nyaman, tanpa ada drama. Manusia sebagai makhluk sosial pasti berharap dalam berinteraksi jangan ada drama. Walaupun dalam nyatanya, drama ini adalah bumbu dalam kehidupan, tapi tolong dramanya jangan kayak telonovela. jangan pula tiba-tiba kepengan jadi produser film yang buat alurnya se-mengenas-kan. wkwkw. Tolong, film india sambil nyanyi-nyanyi dibalik pohon lebih menyenagkan dari pada drama remeh-temeh kehidupan dunia tipu-tipu ini wkkwk. 

Kenapa indah, saling bersilangan ? Karena setidaknya ia tidak membuat titik potong dalam satu ruang yang memecah ruang tersebut. Sehingga menghasilkan blok, yang saling ingin menunjukkan siapa yang paling benar dan paling unggul. Bayangkan dalam bermasyarakat, saling bersilangan dalam satu tatanan kemasyarakatan namun saling menguatkan, seperti tiap garis diagonal yang saling bersilangan dalam satu kubus tidak terlihat namun mengokohkan. Bersilangan bukan berbeda, bersilangan bukan tidak senama karena sejatinya memang bersilangan bila diperpanjangpun tidak akan membagi ruang. 


Semangat mengambil berkah, di waktu mustajab di hari jum'at 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upa - Upa Tondi ; Jutaan semangat Untuk Yang di Cinta

Assalamualikum opung-opung sudena :) *Sedaappp Di post kali ini, si butet mau bercerita sedikit tentang kebudayaan. Agar nanti cucu keturunan paham akan adat istiadat :). Okesiip, karena udah di mulai dengan kata sapaan orang batak. Pasti sudah pada tau donk ya, adat istiadat dari negri mana yang saya akan bahas *tampang kece :p. Benar, kali ini saya ingin membahas tentang adat istiadat dari tanah batak, biar percaya dulu semua orang kalau saya punya darah batak jadi gak cuma sekedar dompleng nama belakang " Ritonga ". Horassss !!  Ada yang sudah pernah mendengar " Upa-Upa " yups, menurut hasil googling sekejap dan bertanya pada tetua di keluarga ternyata kata " Upa-Upa Memiliki arti secara bahasa adalah pemberian . Sedangkan secara istilah adalah suatu ritual yang dilakukan oleh orang yang berhajat dengan mendoa’kan orang yang di upa- upa agar memperoleh kebaikan - Kutipan wawancara dari saudari Nurul Muthma’innah, IAIN- SU, sem I/ BKI IV, asal Panyabun...

Hari #1

Saya kira, menikmati makanan enak itu adalah hak bagi segenap manusia yang ada di muka bumi. Jangan takut kalau mau makan, jangan sok kayak model papan atas yang mewajibkan punya ukuran badan yang minimalis supaya indah di pandang. Tapi kan gak semua manusia punya tuntutan yang seperti demikian, contohnya saya ! kwkwkw  Bisa makan dengan nikmat, selain butuh uang untuk menyediakan hal tersebut kita juga butuh dana untuk merawat tubuh supaya tidak sakit. Coba bayangkan, andai tersedia jejeran makanan yang lezat nan nikmat kalau kita sendiri tidak dalam keadaan baik misal demam, meriang, menggigil bisa di pastikan makanan nikmat tersebut tiada artinya.  Nah, sekarang coba lagi diperhatikan setelah uang dan kesehatan, saat menikmati juga butuh teman biar bumbu di makanan yang tadinya kurang garam sedikit, atau kurang micin sedikit jadi makanan sempurna yang ketika di telan. Bak katanya, teman yang mendampingi itu seperti micin alami ciye ciye ciye  1. Uang  2. Kesehatan...