Langsung ke konten utama

The End Of Ramadhan ( Part 3 ) - I'm Coming home !!

Tau rasanya, bagaimana anak perantau pulang ke kampung ? Tau rasanya makan dan jalan-jalan gratis ? Agaknya kebahagian itu sama besarnya bila dua kalimat di atas jadi analogi. Hahaha 

Perjalanan di 10 hari terakhir tak pernah saya bisa rasakan seutuhnya sejak SMP kelas 3. Ya, karena saya selalu mendapat jatah didatangi tamu. Sehingga dari sejak itu saya tidak pernah merasakan betapa indahnya sholat Idul Fitri karena selalu jadi Babu beberes rumah. Dan sepertinya, begitu pula di tahun ini. Yes, saya kebagian jatah 2 hari setelah dari masjid Agung. Padahal waktu itu, malamnya saya sudah dapat broadcast dari Fika kalau ada I'tikaf dimesjid daerah kampus untuk wanita. :'( Rejeki saya mungkin di ramadhan selanjutnya. Agaknya kata itu yang saya gumamkan agar hati tidak kecewa berlebihan :'(

Pagi itu Ibu menelpon untuk bertanya kapan kembali ke rumah ? sekaligus mengatakan bahwa adik bungsu saya akan ke Medan, Ibu bilang dia mau beli Sepatu. Benar saja, namanya mamak-mamak yang dibilang adik saya si Iman saja yang mau beli, ternyata sudah banyak List belanjaan yang harus saya beli sebelum saya pulang ke rumah. Rejeki itu disini, saat kota medan panas terik, disuruh beli barang belanjaan dan alhamdulillah saya sedang tidak berpuasa. Toh, tidak menggangu bukan ? hahaha. Begitulah agaknya saya menghibur hati. Okay, mulai dari kue terus lanjut keperlengkapan yang akan dikenakan dilebaran dan berakhir pada bunga. Dan, alhamdulillah tahun ini kue dan bunga murni dari hasil gaji saya :p

Kuala Simpang, I'm comiiinggggggggg 

Pintu Perbatasan Aceh - Sumut, sekaligus gerbang selamat datang Aceh Tamiang
Sampai di Kuala Simpang, saya sudah mengantongi 2 jadwal buka puasa bersama. Namun karena acaranya bentrok saya memilih untuk hadir di buka puasa SMP. Di kealumnian ini saya kurang aktif, nerimo aja kalau mau dimana ? dan jam brp ? saya nerimo nerimo banget. Jadi waktu itu, kalau ndak salah saya H-2 lebaran. Dimana-mana ramai, terkadang saya sampai bingung ini orang mana aja yang datang, kota kok begitu ramai. Tapi begitulah khasnya ACEH, Lebaran memang moment dimana semua orang berkumpul dan menghabiskan banyak waktu untu bersilaturahmi. Tapi, tenang ini masih moment sebelum lebaran, jangan di tanya kalau moment hari H sampai setelah lebaran Puaadetttt banget rek. haah

H-2 sudah mulai rempong dirumah, karena tahun ini ibu saya jahit gorden. Mana maujahit gorden, mana masih sibuk dengan kue trus sibuk bersihin rumah. Mana semua harus dikerjakan, tapi begitulah rumah kami, sebelum lebaran luar biasa hebohnya, kadang kalau saya sudah capek, saya suka bilang sama ibu " emang yang mau datang siapa ? kok heboh kali yang membersihkan rumah " maklum kami di Kuala simpang pendatang, jadi kalau keluarga gak banyak, kalau rekanan ayah- ibu paling datang H+2 atau H+3, jadi biasa kalau hari H itu sepi. Cuma kami anak-anak dan ayah - ibu saja.

Back to the topic, H-2 yang sudah mendapatkan janji untuk buka puasa bersama di Ayam Penyet Djogja . Satu cerita yang luar biasa hari ini adalah, saya stel waktu unuk hadir lebih lama, biar bisa istirahat dulu. Terus sudah bilang kalau saya mau pergi jadi tolong tinggalkan satu motor metic. Dan dimulai lah cerita, saya yang memang sudah telat hadir, harus dipaksa lebih lama lagi karena saya harus mendorong motor. Ya, belum lagi jauh saya berjalan,  motor saya mogok karena kehabisan bensin. Luar biasa, memang sebelum berangkat saya tidak melihat dulu karena sudah terburu-buru, dan satu yang luar biasa adalah, saya harus mendorong sampai ke pom bensin karena yang menjual eceran habis semua. Sudah hampir 10 menit medorong, sampai di pom bensin minyak juga habis. Mau nangis tapi malu karena badan gedek, terus satu pengendara motor memberi isyarat kalau ada penjual eceran di atas lagi sebelah kiri, Alhamdulillah. Tapi keringat guek udah bercucuran. 

Sampai di TKP muka saya sudah belel, tapi malu mau cerita. Pendam dulu, eh saya lupa cuma bawa uang 50 ribu tadi udah beli minyak 10 ribu jadi sisa uang 40 ribu. Saya lupa kalau sudah pesan jus Alpukat. Memang  kali ini saya gak pesan makanan. Tapi karena sebelum pergi sudah menguras banyak tenaga perut laper. Cuma mau pesan, uang takut kurang kan drama banget hidup gue rasanya. Dan yang luar biasanya, saya harus tetap makan karena makanan yang dipesan berlebih akibat ada beberapa orang yang tidak jadi datang, Alhamdulillah sesuatu :/. Nelan makanan sambil mikir ini uang cukup apa kagak, namun mulut saya masih terus bungkam gak mau ngomong. Tiba gilran pembayaran, "dengan wajah memelas saya bertanya, aku berapa ti ?" puti yang kala itu di daulat menjadi bendahara dadakan mengatakan 30 ribu. Nah, bersamaan saat itu semua teman-taman yang sudah bekerja ditembak untuk membayari. Jadi, kala itu saya hanya bisa terdiam, karena emang cuma bawa uang segitu. Rasanya pengen banget ambil tampah,untuk nutup muka guek yang super melongok dengan kejadian tersebut. Guek mah pura-pura jadi pengangguran, sambil memberi uang 40 ribu sisa uang saya. Sebenarnya mau kasih uang pas, tapi karena uang kembalian beli bensin itu pecahan 20 ribu dua lembar, jadi gak ada uang pas. Dan, dramanya itu ketika uang sudah saya beri ke puti waktu mau minta kembalian 10 ribunya gak sanggup, karena semua teman gak ada minta kembalian, lah kalau gue gak minta kembalian bayar uang parkir gimana ? Nelan ludah guekk ! :'( . Dalam keadaan pahit tersebut, seolah debi si ketua kelas menyelamatkan saya, ntah karena dia melhat wajah saya yang pahit tapi yang pasti tak seorang pun yang tau aib saya kala itu. Sambil meninggikan suara, deby menyeru pada puti untuk mengembalikan uang saya " Ty, kembalian sely mana ? kasih tu 10 ribu lagi, enak aja kau ya ! setelah itu iya tertawa. Dan saya, legaaa seperti terbang ke angkasaaaa

Da setelah itu, Gak lengkap kalau gak ada dokumentasi. Ini yang beberapa photo yang berhasil saya simpan. hahaha

Mulai dari baju Orenge ( Husni, Luqman, Puty, Iqbal, Saddam, Fajar *jilbab hujau *, Fira, Saya dan Andre ) Taken by debi
 






Disgadis 3-4 SMPN 1 Kuala Simpang

Di photo ini Ridwan sudah hadir, Dianya yang paling depan baju abu-abu 


The Last Captured, haha


 Berakhi bahagia bukan cerita saya, Dan alhamdulillahnya lagi. Ketika pulang parkiran saya dibayari ama Deby. Hahaha, Bahagianya double-double :). Oh ya, ini tempatnya ramai sekali, trus waktu buka puasa ada adegan mati lampu. haha. Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat tanpa kurang sedikitpun. Alhamdulillah Rejeki anak Sholehah :) :)

Terima kasih sudah menjadi teman baiku
Terima kasih sudah menjadi sobat karibku
Terima kasih sudah menjadi bagian dari jalan hidupku
Maafkan semua kesalahanku
Maafkan segala kekuranganku
Tak ada yang mesti ditangisi
Karena aku tidak akan jauh
As we go on, we remember all the times we spent together and as our lives change come whatever, we will still be friends forever. See You on Top , Guys !!


With Love

Sally Irvina


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upa - Upa Tondi ; Jutaan semangat Untuk Yang di Cinta

Assalamualikum opung-opung sudena :) *Sedaappp Di post kali ini, si butet mau bercerita sedikit tentang kebudayaan. Agar nanti cucu keturunan paham akan adat istiadat :). Okesiip, karena udah di mulai dengan kata sapaan orang batak. Pasti sudah pada tau donk ya, adat istiadat dari negri mana yang saya akan bahas *tampang kece :p. Benar, kali ini saya ingin membahas tentang adat istiadat dari tanah batak, biar percaya dulu semua orang kalau saya punya darah batak jadi gak cuma sekedar dompleng nama belakang " Ritonga ". Horassss !!  Ada yang sudah pernah mendengar " Upa-Upa " yups, menurut hasil googling sekejap dan bertanya pada tetua di keluarga ternyata kata " Upa-Upa Memiliki arti secara bahasa adalah pemberian . Sedangkan secara istilah adalah suatu ritual yang dilakukan oleh orang yang berhajat dengan mendoa’kan orang yang di upa- upa agar memperoleh kebaikan - Kutipan wawancara dari saudari Nurul Muthma’innah, IAIN- SU, sem I/ BKI IV, asal Panyabun...

Hari #4

 Jumuah barokah, semoga keberkahanya memberi ketenangan dan kedamaian. Aamiin.  === Kemarin malam, pulang ngajar sambil dikendaraan memikir ulang pembahasan yang di ulas. Sambil mikir dan ngulang-ngulang ada bagian yang kurang pas atau gimana. Hal ini sering sekali terjadi , karena bukan merasa sok paling benar, berbagi ilmu itu besar sekali ganjaranya. Ingat kan, ada 3 amal yang tak putus saat seorang manusia meninggal, salah satunya adalah ilmu yang bermaanfaat. Nah, kalau ternyata ilmu yang dibagi adalah ilmu yang salah, gimana coba ? haha.  Berbagi ilmu a.k.a mengajar adalah hal yang saya lakukan dari masih duduk dibangku sekolah. Waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, acap kali ditunjuk untuk membantu teman yang sulit memahami pelajaran dengan cepat. Pemikiran kala itu adalah Aku hebat wkkw. Sekarang-sekarang, mengajar itu bagian dari mengisi waktu luang, mengisi pundi amal buat bekal nanti dan yang  tidak bisa dielakkan adalah cara untuk mengisi dompet, pas...

Hari #1

Saya kira, menikmati makanan enak itu adalah hak bagi segenap manusia yang ada di muka bumi. Jangan takut kalau mau makan, jangan sok kayak model papan atas yang mewajibkan punya ukuran badan yang minimalis supaya indah di pandang. Tapi kan gak semua manusia punya tuntutan yang seperti demikian, contohnya saya ! kwkwkw  Bisa makan dengan nikmat, selain butuh uang untuk menyediakan hal tersebut kita juga butuh dana untuk merawat tubuh supaya tidak sakit. Coba bayangkan, andai tersedia jejeran makanan yang lezat nan nikmat kalau kita sendiri tidak dalam keadaan baik misal demam, meriang, menggigil bisa di pastikan makanan nikmat tersebut tiada artinya.  Nah, sekarang coba lagi diperhatikan setelah uang dan kesehatan, saat menikmati juga butuh teman biar bumbu di makanan yang tadinya kurang garam sedikit, atau kurang micin sedikit jadi makanan sempurna yang ketika di telan. Bak katanya, teman yang mendampingi itu seperti micin alami ciye ciye ciye  1. Uang  2. Kesehatan...