Langsung ke konten utama

2 - B A N M E

Okay, hari ini ceritanya tentang yang "KEDUA". Eits, jangan netting duluan sebelum ada penjelasan lebih lanjut. Belum tentu yang kedua itu yang buruk. Kalian tau, bagi kami anak sains yang kedua itu pasti yang baik. Misal saja dalam masalah penelitian, yang pertama itu bisa di pastikan tak kan sesuai dengan yang diharapkan. Mengapa pakai kata pasti, karena itu pengalaman saya . *Tarik dasi

For information, Judulnya saya ambil dari bahasa Jepang " 2- Banme " atau secara pelafalan " Ni banme " Pakai penekanan ujungnya seperti layaknya orang jepang "Ni banmek" . Itu artinya "yang Kedua". Jadi ceritanya ini kelanjutan kisah dari "Pembuka Calak". Densus 88 mulai bergerilya, tapi  bukan panik karena umur namun jodoh lah yang telah hadir. Kali ini cerita di isi oleh "si kakak". Fitri Hidayati namanya. Sosoknya jangan ditanya terkenalnya. Jaringannya dengan mahasiswa lain dari antar fakultas membuat ia adalah sosok yang paling tenar di antara kami. Kenapa kakak ? Karena bijaksananya, mengayominya dan yang pasti yang selalu bersemangat memulai hal yang baru. Fitri dimata saya adalah orang yang paling tegar dan kuat. Kisah nya untuk melanjutkan sekolah diantara himpitan lingkungan dan ekonomi belum lagi anak tertua dari 3 bersaudara yang memiliki 2 adik yang jaraknya tak jauh darinya yang juga melanjutkan sekolah. Ach, kalau cerita kehidupan si mbak yang satu ini gak cukup-cukup. Tapi, Allah itu gak pernah bohong, bagi mereka yang bersabar maka akan dicukupkan rejekinya tanpa batas.

Fitri adalah yang paling terakhir lulus dari kami semua. Tapi rejekinya untuk hal pernikahan jangan ditanya. Cerita pertemuan dengan si abang juga membuat kami terkhusus saya jadi berpikir Allah itu memang maha segalanya. Kalau Fitri bilang " yang namanya jodoh itu gak ribet". Fitri salah satu aktifis kampus yang cukup aktif, pengetahuannya tentang agama jangan ditanya lagi dan itu juga yang menjadi alasan Fitri untuk memilih jalan Ta'Aruf, ya Ta'aruf!! Sedikit bocoran, Fitri selain tenar juga laris dikampus sosok sederhana dengan paras ayu membuat semua mata tertuju padanya. Oh ya, Cerita dengan abang yang berhasil mendapatkannya juga luar biasaa. Setelah akhirnya memutuskan untuk menerima proposal dari abang tersebut tak butuh waktu lama untuk proses ini. Kalau kata Fitri, dia sendiri sampai tidak sadar kalau akhirnya dia akan menikah secepat itu. Kronologisnya : Sabtu abang tersebut datang menjumpai keluarga Fitri, Setelah itu selang 2 hari Fitri berjumpa dengan keluarganya calon mempelai laki-laki. Setelah itu terjadi komunikasi anatar orang tua via telpon karena tidak berada di satu kota. Malamnya, Fitri dapat telpon dari orang tua perempuan calon mempelai pria yang berisi " Kapan punya waktu untuk membeli isi antaran?". Persis seminggu jalannya dan alhamdulillah lancar, Tidak menunggu sebulan bahwa Khitbahan telah sampai di Rumah Fitri. Ya rabb, Benar memang kata Fitri, "Jodoh itu gak ribet ".

By the way, Cerita a'aruf ini saya dapatkan setelah Fitri sah menjadi istri Bang subhan. Yups, nama abang itu Subhan. Abang senior satu fakultas namun berbeda jurusan. Tidak pernah bertegur sapa, apalagi menajalankan persosmed-an di dunia maya. Hehehe. Sebelumnya, saya sempat terkejut. Karena baru 2 minggu sebelumnya saya dan Cindy datang menghampirinya di acara wisudanya namun tidak ada satu kabar aneh yang kami dapatkan. Tetiba ia  menjumpai Cindy dan Hilda yang sedang kuliah s-2 dikampus dan menyampaikan kabar tersebut, setelah itu riweh saya dapat telp dari Cindy, wowwwwwwwww. Kabar itu kami dapatkan sebulan sebelum hari H. Okaylahhh, perjalanan hajatan kali ini Rantau Prapat. Rantau prapat lumayan jauh dari Medan, sekitar 7-8 jam melalui jalur darat untuk bisa sampai disana.

Oh ya, perjalanan kami kali ini kami putuskan untuk nyelip diantara para kader kampus. Karena genk densus 88 yang bisa hadir hanya 3 orang. Jujur, ini perjalanan saya perdana ke kota ini. ekspektasi yang saya pikirkan adalah, saya bisa mengunjungi rumah teman-teman yang lain. Karena genk densus 88 ada sekitaran 3 orang yang berasal dari Rantau. Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan akhirnya cuma bisa sebatas angan-agan .huhuu

Kami berangkat sekitaran pukul 10 malam dari Medan. Oh ya, acara Fitri ini di Hari Sabtu. Dan hari mingggunya kami sudah mendapat undangan walimahan juga abang senior di Medan. Jadi, putar otak supaya kedua-duanya bisa dihadiri, namun sebelumnya sudah kasih tau ke teman-teman kader kampus yang lain supaya pulang bisa lebih cepat. Akhirnya Mobil kami berisi full. Berangkat malam dengan driver-nya Arby ( Ilkom 09 ), wahyu ( D-3 Ti 09), trus Nurfika Rani ( D-3 TI 010 ), Tsanah ( Fisika 010) setelah itu yang terakhir aku lupa namanya tapi anak biologi 012. Ditambah saya, Cindy dan hilda. Berangkat malam sampai di Kota Rantau Prapat pagi subuh tanpa berhenti sedikitpun. Sepanjang perjalanan kami diiringi dengan syahdunya rintik gerimis hujan yang terjadang berhenti terkadang deras. Sholat di Mesjid Agung Rantau Prapat kami langsung menuju TKP di perumahan perkebunan Asian Agri. Karena jalannya itu masih tanah merah, dan malam hari diguyur hujan walhasil kami harus menggunakan jalan yang berliku-liku untuk akhirnya sampai di rumah. Pas, seperti perkiraan kami hadir, sebelum acara Akad digelar. Malah Hilda sempat ngedadandani Fitri. Hahahah

Oh ya, dress code kami "Pink". Jadilah, kami yang pink-pink persis anak panti jalan kemana-mana berempat. Oh ya, salah satu genk isma sudah sampai duluan di TKP, Sesama anak Rantau Prapat, pulaknya. hahaha. Kali ini pun bajunya gak beselemak, kayak yang biru. Keempat dari kami menggunakan baju pink yang muda, jadi hampir senada walau gak seragam coraknya. Oh ya, sebagai penutup ada tips dari Fitri hahaha. Setelah acara di Rantau prapat selesai saya sempat berkunjung kerumah mertua Fitri di Medan dan diakhir pertemuan saya sempat bertanya dengan Fitri "fit, doa mu apa dari dulu untuk masalah jodoh?, sambil tertawa ia menjawab "cuma minta yang lebih sal, Lebih dari segala hal dari ku. dan yang pasti lebih segala kebakannya. Sambil merincikan segala kelebihan si abang darinya". Hai mbak, Semoga SaMaRaTa = SAkinah MAwaddah waRAhmah dan TAkwa bersama :) Aamiin

Gak, lengkap kalau cerita ini gak diselip dokumentasi alay kami. Hahaha . Selamat menikmati !! :D :)
Dari Kiri ( Cindy, Hilda, Bang Subhan, Fitri, Saya dan Isma )
Setelah Akad
Nyulik Pengantin, demi dokumentasi
take a wefiee
Sengaja di candidkan
The Last, Wefiee
Lady In Pink
 Sekali lagi, بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ
 FITRI HIDAYATI SINAGA S.Si dan SUBHAN MPd


Akhirnya, kami sampai lagi di Medan pukul empat dini hari. Setelah perjalanan pulang yang cukup panjang karena cukup banyak tempat yang disinggahi. Dan alhamdulillah minggu sorenya kami bisa mengahdiri pernikahan Bang OKI Handinata S.Si dan Kak Lia Amd. Alhamulillah marathon wedding ditutup dengan indah sekaligus reunian kawan kuliah 

Dari kiri ( Bang Hilman, cindy, saya, Hilda dan Bambang )
Dari Kiri ( Bang Hilman, Putri, Hilda, cindy, Cewek bambang dan Bambang )
Wefie
With Bride and Groom



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upa - Upa Tondi ; Jutaan semangat Untuk Yang di Cinta

Assalamualikum opung-opung sudena :) *Sedaappp Di post kali ini, si butet mau bercerita sedikit tentang kebudayaan. Agar nanti cucu keturunan paham akan adat istiadat :). Okesiip, karena udah di mulai dengan kata sapaan orang batak. Pasti sudah pada tau donk ya, adat istiadat dari negri mana yang saya akan bahas *tampang kece :p. Benar, kali ini saya ingin membahas tentang adat istiadat dari tanah batak, biar percaya dulu semua orang kalau saya punya darah batak jadi gak cuma sekedar dompleng nama belakang " Ritonga ". Horassss !!  Ada yang sudah pernah mendengar " Upa-Upa " yups, menurut hasil googling sekejap dan bertanya pada tetua di keluarga ternyata kata " Upa-Upa Memiliki arti secara bahasa adalah pemberian . Sedangkan secara istilah adalah suatu ritual yang dilakukan oleh orang yang berhajat dengan mendoa’kan orang yang di upa- upa agar memperoleh kebaikan - Kutipan wawancara dari saudari Nurul Muthma’innah, IAIN- SU, sem I/ BKI IV, asal Panyabun...

Hari #1

Saya kira, menikmati makanan enak itu adalah hak bagi segenap manusia yang ada di muka bumi. Jangan takut kalau mau makan, jangan sok kayak model papan atas yang mewajibkan punya ukuran badan yang minimalis supaya indah di pandang. Tapi kan gak semua manusia punya tuntutan yang seperti demikian, contohnya saya ! kwkwkw  Bisa makan dengan nikmat, selain butuh uang untuk menyediakan hal tersebut kita juga butuh dana untuk merawat tubuh supaya tidak sakit. Coba bayangkan, andai tersedia jejeran makanan yang lezat nan nikmat kalau kita sendiri tidak dalam keadaan baik misal demam, meriang, menggigil bisa di pastikan makanan nikmat tersebut tiada artinya.  Nah, sekarang coba lagi diperhatikan setelah uang dan kesehatan, saat menikmati juga butuh teman biar bumbu di makanan yang tadinya kurang garam sedikit, atau kurang micin sedikit jadi makanan sempurna yang ketika di telan. Bak katanya, teman yang mendampingi itu seperti micin alami ciye ciye ciye  1. Uang  2. Kesehatan...

Hari #3

Memulai menimbang dan mempertimbangkan apa yang perlu ditimbang-timbang supaya tidak ada salah penafsiran dalam setiap kejadian. Nah, ini cerita dari pengalaman yang sangat sering terjadi dalam kehidupan harian kita hahaha Nah misalnya kan, saya sudah mutuskan untuk membeli barang warna merah. Itu terjadi karena telah melalui semua pertimbangan yang luar biasa. Eh, dengan mudahnya orang di sekitar kita mengutuk pilihan atau sekedar menyebutkan karena mungkin dia tidak suka dengan warna pilihan. Hei, sodara !!!!!! Kalau kalian tau bagaimana pergolakan yang terjadi di dalam kepalanya sebelum memutuskan hal tersebut, kalau saja itu tampak terlihat secara kasat mata orang sekitar, kata-kata yang tidak enak didengar ini pun tak akan keluar. Ya kali semua parameter harus dijelaskan se-detail mungkin, supaya orang-orang disekitar memahami tanpa harus men-jabiri. kwkwkw. Ini kenapa terlalu malas mendekati orang-orang yang terlalu ringan mulutnya untuk memantulkan gelombang bunyi di udara. ...