Langsung ke konten utama

Kehilangan

Siapa yang tak punya barang kesayangan ? Saya salah satu manusia yang tak punya barang yang demikian. Namun 3 tahun lalu terasa berbeda. Dimulai diawal tahun 2016 dapat oleh-oleh dari ibu ketika pergi keluar kota, nama kotanya tak asing, oleh-oleh khasnya juag tak asing. Namun berkat hadiah itu, mengubah segalanya. Sampai pada akhirnya diakhir tahun, aku pula mengunjungi kota tersebut.

Sampai dikota tersebut adalah hal yang di impikan. Untuk bisa kesana aku harus benar-benar menghemat. Belum lagi, setelah sampai disana harus berjibaku dengan sambutan lalu lintas kota yang menghancurkan semua cita-cita, tambah lagi udara dan lingkungan yang tidak bersahabat yang pada akhirnya harus bersahabat dengan rumah sakit, dan ditutup dengan hasil yang nyaris membawa ku ke puncak cita tertinggi namun apadaya tangan tak mampu memeluk gunung, jemari tak mampu menggapai langit, ya aku terjatuh !

Namun, setiap kesedihan pasti ada kebahagian. Diselipkan derita yang begitu perih, aku akhirnya bertemu dengan orang tangguh yang dengan kepiyaweannya menghiburku akhirnya aku mengingat cita awal tahun lalu, untuk mencari barang yang sama, ya sama dengan oleh-oleh yang ku dapat di awal tahun lalu. 

Untuk mendapatkan barang tersebut tidak sulit, banyak kok tersedia dikota itu namun harganya mahal. Sudah ku sampaikan sebelumnya, dikota ini terlalu banyak hal yang melampaui batas ku, menghantam dada hingga sesak apalagi bagian kantong. Aku bukanlah anak yang senang merengek meminta hal yang ku inginkan pada orang tua, sudah sadar bahwa aku sendiri tua ! Akhirnya dengan uang yang "pas-pas" an, dengan menghemat semua pengeluaran sampai urusan perut, memilih berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain demi meminimalis semua, sampai aku pula hanya memilih berdiam diri untuk benar-benar meyakinkan bahwa semuanya akan cukup dan baik-baik saja, akhirnya ku putuskan mencari barang tersebut sehari sebelum aku pulang.

Seperti yang ku katakan tak sulit mencarinya, namun untuk mendapatkan budget yang sesuai kantong itu sulit, sulit sekali bahkan. Aku harus berkeliling beberapa kali, bukan di toko melainkan pasar besar sampai malu pun ku tiadakan, bukan malu kepada para penjual tapi pada teman yang menemani kala itu. Karena beberapa kali ditawarkan oleh beberapa toko aku menolak dengan berjuta alasana, padahal kala itu hanya satu alasan yakni kantong yang tak memadai.

Sampai akhirnya, aku katakan pada teman ku "mau bakso bakar?" karena wajahnya tengah lelah namun aku tak mampu membelikan makanan yang mahal, sembari ia menunggu sembari itu pula mata ku liar mencari-cari mana tau ada toko yang terselip. Lantas, aku bergegas setelah sebelumnya bakso bakar yang kami pesan telah siap . Benar adanya, ku temui barang idaman dengan harga yang bahkan dibawah standar kantong dengan kualitas yang cukup baik. Begitulah Singkat sejarah barang tersebut, aku bukan pecinta barang tapi pecinta sejarahnya.

Kenapa sejarahnya ? Ya benar, saat itu saat dimana aku sendiri. Saat dimana teman ku hanya tangisan meratapi kepedihan karena yang berkutak di kepala hanya dosa. Aku pikir ini adalah balasan dari setiap dosa yang ku perbuat. Sekali lagi, Allah benar sayang pada ku. Ia memberi peringatan luar biasa dan bertubi-tubi dalam keadaan sendiri. Aku sendiri kelimpungan dengan semua yang diterima, hal biasa bagi ku , kalau apa yang ku harap tak dapat ku gapai,tapi saat itu yang menjadi masalah "Bertubi-tubi"tanpa berjeda walau menghela napas lega. Sendirian ? Aku sudah terlalu biasa. Nanti, kan ku bahas di judul yang berbeda. Namun, Barang yang ku dapat memecah segalanya. Aku benar jatuh cinta, bahkansampai jatuh cintanya ku ambil dua dengan warna yang berbeda. Untukurusan beli membeli akulah yang paling pintar menghitung matematis untung dan rugi, itu kenapa aku tak pernah mecintai sesuatu berlebihan, karena semua barang milik bukan karena hati tapi karena kantong. Berbeda dengan ini, aku mencintai karena ia menjadi bagian terbesar yang membuat ku ingin kmbali ke kota itu, kota berjuta cerita tangis namun ku tutup dengan manis. Maka, benar kalau cinta ku berlebih untuknya . Sebelumnya, jangan kau tanyakan lagi , Karena memang TIDAK ADA. 

Sampai akhirnya barang itu menjadi kesayangan, bahkan sampai sayangnya ia tak pernah ku gunakan, ia tersimpan rapi di suatu tempat yang ku yakin aman. Walau setiap aku melihatnya, aku teringat dengan kota berjuta tangis. Kenapa masih ku simpan ? padahal bagi setiap orang, hal-hal yang menyakitkan harusnya dikubur rapat-rapat. Berbeda dengan ku, semakin aku melihat, semakin aku sakit tapi disitu aku belajar berlapang dada dan menerima. Karena ujungnya aku hanya ingin belajar ikhlas dengan segala ketetapannya. Namun, tak seperti 3 tahun terakhir ini, tadi pagi tak terlihat benda tersebut. Bukan dengan tidak sadar, sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa ia tak lagi disana namun gumam ku,ia pasti sudah ditempat yang lebih baik. Tapi pagi tadi, entah kenapa terniat ingin mengenakannya. Lelah kucari ternyata ia telah berada ditangan orang yang bukan anggota dirumah, bukan karena dicuri tapi diberi. Namun sialnya, aku tak mengetahui.

Sontak jerit, nangis seharian, sampai ketika sholat bibir ku tak mampu melafalkan bacaan, hanya hati yang terbata mengucap bacaan sholat. Aku coba keluar dari rumah, nyaman ! Namun, sekembali ku ke rumah rasanya sama. Sama sakit dan pedihnya, tak pernah ku gunakan karena sayang dan cintanya, Benar ini namanya KEHILANGAN, hancur berantakan. Baru lagi mulai menata, ia hancur berantakan. Bukan barangnya tapi sejarahnya. Benar memang, jangan terlalu cinta nanti ada yang marah.

Gampang dan mudah bagi mereka yang tak mengetahui sejarahnya. Aku paham ia bukan lagi rejeki ku, ia bukan lagi menjadi hak ku. Memang tak ada satupun yang mengetahui betapa sayangnya aku, karena aku bukanlah orang yang mudah mengumbar isi hati. Otak ku terlalu mampu menyaring,kepada siapa ia tercurah, Jadi wajarlah kalau setelah perbuatan itu tak ada satu pun dari mereka yang meminta maaf. Bagi ku itu tak masalah,sudah biasa karena aku pun mungkin begitu tapi lebih tepatnya terlalu pelit berbagi cerita hingga tak ada orang yang mengetahui kenapa sampai segitu marahnya. Masih lagi mencoba menata, Cercaan datang bertubi-tubi. Bagi orang yang sukar berbagi ia telah terbiasa "membatukan hati". Bukan karena benar-benar ingin tak berasa, tapi mencoba mendamaikan dengan caranya sendiri. Siapa yang mampu memecahnya ?, "waktu" . Benar, waktu menjadi sahabat yang paling baik yang tak pernah meninggalkan dan menghkhianati. 

Mata bengkak,
Hati dongkol,
Bubar semua rasa, karena bagi ku yang bukan pecinta sekalinya jatuh cinta sulit rasanya seperti semula. 
Thank you, for your treat. I dont forget about this day. And i will miss you, my first favorit stuff . Salam hangat dari pecinta diam yang berhabat dengan gubahan kata 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upa - Upa Tondi ; Jutaan semangat Untuk Yang di Cinta

Assalamualikum opung-opung sudena :) *Sedaappp Di post kali ini, si butet mau bercerita sedikit tentang kebudayaan. Agar nanti cucu keturunan paham akan adat istiadat :). Okesiip, karena udah di mulai dengan kata sapaan orang batak. Pasti sudah pada tau donk ya, adat istiadat dari negri mana yang saya akan bahas *tampang kece :p. Benar, kali ini saya ingin membahas tentang adat istiadat dari tanah batak, biar percaya dulu semua orang kalau saya punya darah batak jadi gak cuma sekedar dompleng nama belakang " Ritonga ". Horassss !!  Ada yang sudah pernah mendengar " Upa-Upa " yups, menurut hasil googling sekejap dan bertanya pada tetua di keluarga ternyata kata " Upa-Upa Memiliki arti secara bahasa adalah pemberian . Sedangkan secara istilah adalah suatu ritual yang dilakukan oleh orang yang berhajat dengan mendoa’kan orang yang di upa- upa agar memperoleh kebaikan - Kutipan wawancara dari saudari Nurul Muthma’innah, IAIN- SU, sem I/ BKI IV, asal Panyabun...

Hari #4

 Jumuah barokah, semoga keberkahanya memberi ketenangan dan kedamaian. Aamiin.  === Kemarin malam, pulang ngajar sambil dikendaraan memikir ulang pembahasan yang di ulas. Sambil mikir dan ngulang-ngulang ada bagian yang kurang pas atau gimana. Hal ini sering sekali terjadi , karena bukan merasa sok paling benar, berbagi ilmu itu besar sekali ganjaranya. Ingat kan, ada 3 amal yang tak putus saat seorang manusia meninggal, salah satunya adalah ilmu yang bermaanfaat. Nah, kalau ternyata ilmu yang dibagi adalah ilmu yang salah, gimana coba ? haha.  Berbagi ilmu a.k.a mengajar adalah hal yang saya lakukan dari masih duduk dibangku sekolah. Waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, acap kali ditunjuk untuk membantu teman yang sulit memahami pelajaran dengan cepat. Pemikiran kala itu adalah Aku hebat wkkw. Sekarang-sekarang, mengajar itu bagian dari mengisi waktu luang, mengisi pundi amal buat bekal nanti dan yang  tidak bisa dielakkan adalah cara untuk mengisi dompet, pas...

Hari #1

Saya kira, menikmati makanan enak itu adalah hak bagi segenap manusia yang ada di muka bumi. Jangan takut kalau mau makan, jangan sok kayak model papan atas yang mewajibkan punya ukuran badan yang minimalis supaya indah di pandang. Tapi kan gak semua manusia punya tuntutan yang seperti demikian, contohnya saya ! kwkwkw  Bisa makan dengan nikmat, selain butuh uang untuk menyediakan hal tersebut kita juga butuh dana untuk merawat tubuh supaya tidak sakit. Coba bayangkan, andai tersedia jejeran makanan yang lezat nan nikmat kalau kita sendiri tidak dalam keadaan baik misal demam, meriang, menggigil bisa di pastikan makanan nikmat tersebut tiada artinya.  Nah, sekarang coba lagi diperhatikan setelah uang dan kesehatan, saat menikmati juga butuh teman biar bumbu di makanan yang tadinya kurang garam sedikit, atau kurang micin sedikit jadi makanan sempurna yang ketika di telan. Bak katanya, teman yang mendampingi itu seperti micin alami ciye ciye ciye  1. Uang  2. Kesehatan...